![]() |
Perjalanan di mulai dari sebuah
wilayah yang disebut dengan nama Ayatanastana,
"ikang loka pantaraning swarga lawan
naraka", yaitu sebuah wilayah perbatasan diantara surga dan neraka.
Ayatanastana adalah sebuah tempat dimana para pitara atau para roh orang yang
telah meninggal di periksa dan adili, untuk kemudian dibawa ketempat yang
sesuai dengan karmanya. Apakah yang bersangkutan layak mendapatkan kebahagiaan surga
atau siksa hukuman neraka. Di tempat ini pula tampak roh atau para pitara yang tengah
tergantung, dengan posisi kepala dibawah dan kaki diatas, yang terikat di
sebuah batang bambu, yang mana dibawahnya adalah jurang yang sangat dalam.
Seekor tikus tampak menggigit dan menggeroti batang bambu tersebut. Hukuman
siksa "megantungan petung
sawulih" ini dikatakan akibat
dari putusnya keturunan yang bersangkutan. Sungguh pemandangan yang sangat
mengiris hati.
Dari Ayatanastana, ke arah selatan adalah arah menuju ke neraka. Dari kejauhan
tampak wilayah neraka, namun samar-samar, karena begitu jauh dan luasnya. Jalanan
yang dilalui untuk menuju ke neraka sangat berbahaya dan menakutkan. Dengan
jurang-jurang yang sangat lebar dan dengan kedalaman yang tidak dapat diukur,
serta kegelapan yang bagaikan tak pernah putus. Batu-batu besar menggelinding
dan meluncur kencang, menimpa, menabrak dan meremukan siapapun yang tak waspada
saat melintas. Tampak ada banyak sekali roh-roh yang tidak bisa melewati tempat
ini.
Di tengah jalan secara tiba-tiba muncul
kobaran api yang membara sangat besar, "apui umurub angarab-arab", yang menghalangi dan merintangi
perjalanan. Begitu panasnya membuat keringat mengucur deras dan kulit
mengkerut. Api itu membakar dan menghanguskan siapapun yang berusaha lewat di
tempat itu. terdengar jeritan kesakitan
para roh yang yang terbakar. Bau hangus dan angit menyeruak di udara
tatkala kobaran api tersebut membakar roh-roh yang melewati jalanan tersebut.
Setelah berjalan melewati kobaran
api tersebut, tibalah di sebuah wilayah yang luas namun sangat-sangat panas.
Debu yang sangat tebal berterbangan, begitu menyesakan dan membuat mata sangat
pedih. Wilayah yang sangat-sangat luas ini disebut dengan Tegal Pamasaran. Di wilayah yang luasnya hampir tak terukur ini,
tumbuh rumput dan ilalang yang sangat tajam bagaikan pedang. Sangat sulit
bahkan tidak mungkin bagi para roh untuk mampu melewatinya. Mereka yang berada
dan terjebak disini, kepanasan bagaikan terbakar oleh panas teriknya Matahari. "Lud panas ning Diwakara". Wilayah
ini senantiasa kering kerontang dan panas membara. Ditempat ini para roh,
berebut saling mendahului untuk memperoleh tempat berteduh, mereka berteduh
diantara bebatuan-bebatuan besar disana. Namun tanpa disangka, tiba-tiba
bebatuan tersebut saling tercakup, menjepit para roh yang berteduh di situ.
Tubuhnya hancur, darahnya muncrat, otaknya berhamburan keluar. Kemudian tampak para
roh tersebut berhamburan, berlarian dikejar oleh "paksi krura rupa", burung-burung pemakan bangkai yang berwujud
sangat mengerikan dan menakutkan. Dengan mulut yang menganga lebar dan bulu-bulu
yang sangat tajam setajam keris. Ditempat ini terdapat pepohonan yang berbuah
keris, "mawah kadga", yang
sangat tajam. Buah-buahnya yang berupa keris yang tajam berjatuhan menimpa
siapapun yang lewat dibawahnya. Sungguh pemandangan yang sangat-sangat
mengerikan dan membuat siapapun ketakutan.
Berjalan melewati wilayah ini,
ada sebuah aliran sungai. Sungai yang sangat besar dan dalam, dengan airnya
yang kotor serta panas mendidih. Sungai ini dipenuhi oleh buaya-buaya yang
berkepala raksasa yang menakutkan. "Sarodra
mungup tang bajul atendas raksasa". Dengan mulut yang senantiasa
menganga, mengintai untuk menenggelamkan dan memangsa siapapun yang mendekat
dan berusaha menyeberanginya.
Disini jalanan sangat licin, karena dipenuhi nanah dan cairan-cairan lemak
bangkai yang menjijikan. Tulang belulang berserakan bagaikan kerikil di
jalanan. Bau busuk dan bau amis menyebar diudara, menusuk hidung. Lalat
berterbangan, ulat belatung, lintah dan berbagai mahkluk neraka yang menjijikan
tampak ada disana.
Tempat yang begitu mengerikan dan
menakutkan inilah yang disebut neraka, "Yamaniloka". Tempat kediaman dari Dewa Yama, penguasa
kematian. "Sira Bhatara Sang Hyang
Yama ngaran ira, sang makawasa wasitwa ngke ring Nirayaloka". Beliaulah
yang berstana dan berkuasa di tempat ini. Di tempat ini, para roh yang semasa
hidupnya dipenuhi dengan dosa-dosa memperoleh hukumannya yang setimpal.
Jerit tangis kesakitan dan
teriakan minta tolong menggema dari para roh yang sedang menerima hukumannya.
Berbagai jenis siksa neraka dapat dilihat disini. Kawah pasir panas tempat para
roh bagaikan digoreng, serta berbagai siksa neraka lainnya.
Siapapun tidak akan mampu
menolong mereka, para roh tersebut, untuk terbebas dari hukuman neraka
tersebut. Namun dengan perbuatan bajik dan doa dari para keluarga dan keturunan
mereka, siksa dan penderitaan di neraka akan terasa menjadi lebih ringan.
Perbuatan bajik dan doa dari keluarga dan keturunannya, bagaikan rintik-rintik
hujan saat panasnya musim kemarau, bagaikan desiran angin sepoi-sepoi saat
panas teriknya matahari. Bagaikan setetes air saat dahaga, meskipun setetes
namun memberi kelegaan. Meskipun sulit untuk membebaskan para roh tersebut dari
siksa hukuman neraka, namun segala perbuatan bajik dan doa-doa keluarga dan
keturunannya dapat memberikan sedikit kelegaan bagi mereka atau mungkin bahkan
bisa membantu mereka terangkat dari panasnya bara api neraka.
Sehingga, bagi siapapun yang
ingin membantu leluhurnya agar terbebas atau teringankan dari siksa neraka
serta terangkat dari alam bawah, tidak ada cara lain selain melakukan berbagai
perbuatan bajik dan senantiasa mempersembahkan doa-doa yang tulus kepada
mereka. Semakin besar kebajikan yang dilakukan oleh keturunan atau
Prestisantanannya, serta semakin tulus doa-doa yang dipersembahkan, semakin
besar pula kemungkinan para leluhurnya untuk dapat cepat terbebaskan dari siksa
hukuman neraka, dan bisa kembali pulang ke Pitralokha
atau ke surga
Disarikan dari Adiparwa & Lontar Swargarohanaparwa
(Ganapatyananda)
maaf pak bisa minta kontaknya, saya mau menanyakan sesuatu untuk artikel di atas yang saya ingin pakai sebagai referensi Skripsi saya mohon di respon ya pak :) ini kontak line saya gex_zrii
BalasHapussuksma